Perbedaan Distro dan Clothing Company

Posted: 22 Agustus 2015 in Informasi
Tag:, , ,

Kamu suka pake kaos distro, atau pernah denger yang namanya kaos distro? Pasti sudah kan. Kaos distro merupakan standard kaos anak muda yang high class dan menjadi ajang bisnis yang menjanjikan. Biasanya juga kaos distro ini disebut kaos clothing-an, dan bisnis distro sering disebut bisnis clothingan. Nah, sebenarnya beda gak sih distro sama clothing company ini?

Pasti penasaran kaan? Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai distro dan clothing, yuk kita simak pemaparannya berikut ini.

kaos distro

kaos distro sebagai salah satu prodak clothing company

a. Clothing Company
Clothing Company adalah istilah yang digunakan untuk perusahaan yang memproduksi pakaian jadi dibawah brand mereka sendiri. Istilah clothing lokal sendiri dimulai dengan berdirinya 347 boardrider.co pada tahun 1996 (sekarang 347/eat). Clothing ini mengambil nama dari lokasi pertamanya yang terletak di Jalan Dago no.347. Disusul kemudian oleh Ouval Research pada tahun 1997 (meskipun pada awalnya telah dirintis oleh salah satu foundernya, Arif Maskom pada 1993 dengan merilis M Clothing). Serta ada pula Airplane, Harder, No Labels (NL’s), Monik, dan Two Clothes yang berdiri 1998. clothing di atas merupakan salah satu nama perusahaan era 90-an, 20 tahun kemudian seperti sekarang ini pasti bertambah besar.

b. Distro
Distro berasal dari kata Distribution Store yang bisa diartikan sebagai tempat/outlet/toko yang secara khusus mendistribusikan produk dari suatu komunitas. Biasanya berasal dari komunitas music band-band independent atai intilahnya band indie dan komunitas skateboard. Distro umumnya merupakan industri kecil dan menengah (IKM) dengan merk independen yang dikembangkan kalangan muda. Produk yang dihasilkan oleh distro diusahakan untuk tidak diproduksi secara massal, agar mempertahankan sifat eksklusif suatu produk dan hasil kerajinan.
Konsep distro berawal pada pertengahan 1990-an di Bandung. Saat itu band band Independent (Indie) di Bandung berusaha menjual merchandise mereka. Awalnya menjual kaos distro, hingga akhirnya melebar menjadi penjualan merchandise lainnya seperti CD/kaset, dan sticker selain di tempat mereka melakukan pertunjukan.

Menurut Wikipedia, Bentuk awal distro adalah usaha rumahan dan dibuat etalase dan rak untuk menjual t-shirt. Selain komunitas musik, akhirnya banyak komunitas lain seperti komunitas pung dan skateboard yang kemudian juga membuat toko-toko kecil untuk menjual pakaian dan aksesori mereka. Kini, industri distro sudah berkembang, bahkan dianggap menghasilkan produk-produk yang memiliki kualitas eksport. Pada tahun 2007 diperkirakan ada sekitar 700 unit usaha distro di Indonesia, dan 300 diantaranya ada di Bandung.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s